Polly po-cket

Kejadian manusia mulai diproses pada Alam kandungan yakni Allah menciptakan manusia dari saripati yang berasal dari tanah. Maka dari saripati itu Allah menjadikan nuthfah yang tersimpan sangat rapat dalam rihim. Setelah itu nuthfah tersebut menjadi segumpal darah, kemudian segumpal daging, kemudian tulang belulang yang terbungkus daging dan kulit, lantar terwujudklah jabang bayi. Setelah kandungan ibu mencapai waktu tertentu, maka Allah meniupkan ruh kedalam janin sehingga janin itu bisa bergerak gerak Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan firman Allah yang artinya:
Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah kemudian kami jadikan seperti itu air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang(yg mempunyai bentuk) lain. Maka maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik" (QS. 23 : 12 - 14).
Dalam hadits telah dijelaskan, bahkan apabila kandungan ibu telah mencapai usia empat bulan, maka Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh ke dalam janin tersebut. Disamping itu pula Allah mengutus malaikat untuk menetapkan empat perkara. Adapun empat perkara itu ialah : tentang ketetapan rezekinya, ajalnya amalnya dan menjadi orang yang bahagia atau celaka Nabi Saw menjelaskan dalam sabdanya yang artinya:
"Bahawasanya seseorang dari kamu dikumpulkan kejadiannya dalam kandungan ibunya selama 40 hari masih terwujud nuthfah. Lalu jadilah segumpal darah selama 40 hari pula. Kemudian Allah ta'ala mengutus Malaikat untuk meniupkan ruh kedalam tubuhnya sekaligus di perinyah dalam empat perkara : menulis ketetapan rezeki, ajalnya, amalanya dan menjadi orang yang celaka atuu bahagia" (HR. Muslim)
Sesudah sembilan bulan lebih sepuluh hari berada dalam kandungan ibu. Maka lahirlah jabang bayi yang tidak mempunyai daya pikiran sama sekali. Bayi tersebut lahir dalam keadaan suci tak membawa sedikitpun dosa.